Tata Krama Bertutur Kata

Oleh : TRIANA DIAN. K ,SPd  (Civilization Education Teachers)

triana

Tata krama adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan sehari-hari. Tata krama berlaku dimana pun, kapan pun dan terhadap siapapun. Seseorang yang memiliki Tata krama dalam pergaulan dapat menciptakan kebaikan, keselarasan, kedamaian, kebahagiaan dan keselamatan.
Dalam berinterasksi dengan orang lain kita berbicara, komunikasi merupakan suatu alat penyampaian dalam bertutur kata, dengan melalui tutur kata kita dapat melihat situasi dan kondisi baik atau tidak hubungan antar pribadi satu dengan yang lainnya.
Perilaku dalam bertutur kata yang baik merupakan perwujudan nilai-nilai pancasila, setiap pribadi yang berprilaku dan bertutur kata sopan berarti menimbulkan sikap saling menghargai dan menghormati sesama pribadi. Bentuk Tata krama dalam kehidupan sehari-hari:

  • Memberi salam ketika bertemu seseorang yang dikenal
  • Bersikap rendah hati dan tidak sombong
  • Perhatian terhadap orang lain
  • Mengetuk pintu ketika bertamu ke rumah orang
  • Mengucapkan terimakasih setelah menerima bantuan dari orang lain
  • Memandang orang dengan sopan
  • Meminta maaf ketika melakukan kesalahan
  • Dapat menyesuaikan dengan lingkungan
  • Memiliki sikap rela untuk saling membantu sesama
  • Memanggil seseorang sesuai dengan nama

Pribadi yang berbicara bertutur kata halus dan sopan akan terbiasa menghadapi setiap persoalan dengan penuh kesabaran dan ketenangan sebab didalam sikap dan tutur kata yang baik serta sopan itu mengandung pembelajaran dari tingkah laku yang baik dan benar. Tutur kata yang baik dan sopan dapat menjadi permulaan untuk menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia. Sikap dan prilaku dalam tutur kata yang baik dan sopan dapat membuat diri kita disenangi banyak orang.

Pentingnya tata krama bertutur kata dengan sopan dalam pergaulan dapat mewujudkan suatu pribadi sebagai berikut:

  • Disenangi, dihargai, dan dihormati orang dimanapun berada
  • Memiliki banyak teman, memupuk persahabatan dan persaudaraan
  • Dipercaya dalam berbagai hal
  • Terhindar dari perselisihan, pertengkaran dan permusuhan
  • Memiliki ketenangan jiwa
  • Menjadi pribadi yang amanah (dapat dipercaya)

Sikap dan tutur kata yang buruk dapat menyebabkan hal yang tidak diinginkan seperti perkelahian, kerusuhan dan tawuran serta cemoohan. Akibat dari perkataan dan perbuatan yang tidak sopan, maka seseorang atau kelompok akan bertikai bahkan menyebabkan tindakan yang bertentangan dengan hukum. Pada hakikatnya berbicara atau mengemukakan pendapat adalah hak setiap orang sebagaimana telah diatur dalam konstitusi Republik Indonesia antara lain aturan-aturan tata cara dan etika yang tertera dalam aturan perundangan. Hal-hal tersebut diatur dalam:

1. UUD 1945

  • Pasal 28E ayat (3) “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”
    Pasal 28F “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya serta berhak untuk mencari, memperoleh, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”
  • UU No. 9 Tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat di muka umum
  • UU No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronika
  • Kitab Undang-Undang hukum pidana
  • Pasal 310 KUH Pidana (tentang kehormatan atau nama baik seseorang)
  • Pasal 311 KUH Pidana (tentang tindak kejahatan penistaan dengan tulisan atau memfitnah)
  • Pasal 315 KUH Pidana (tentang penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran nama baik, baik dimuka umum dengan lisan atau tulisan maupun dimuka orang tersebut.

2. UU No. 9 Tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat di muka umum
3. UU No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronika
4. Kitab Undang-Undang hukum pidana

  • Pasal 310 KUH Pidana (tentang kehormatan atau nama baik seseorang)
  • Pasal 311 KUH Pidana (tentang tindak kejahatan penistaan dengan tulisan atau memfitnah)
  • Pasal 315 KUH Pidana (tentang penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran
    nama baik, baik dimuka umum dengan lisan atau tulisan maupun dimuka orang tersebut.

“Dengan melalui fikiran dan hati maka dapat timbul suatu perkataan …..
Dengan perkataan dapat menjadi suatu perbuatan ….. Dengan perbuatan maka dapat membentuk suatu kebiasaaan dan dari kebiasaan dapat mencerminkan karakter kepribadian seseorang ……

Jangan pernah meremehkan atau merendahkan kepada siapapun dalam bertutur kata …… bukan karena siapa mereka tetapi karena siapa diri kita…… Jangan pernah menghina atau berkuasa dalam keberadaan kita sebab sesungguhnya Allah SWT  jauh lebih berkuasa dari pada kita…..”