Ramadhan dirindukan, Ramadhan dinantikan, Ramadhan diKhianati !

0000
”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183).

Assalamu alaikum wr.wb.

Hamba yang di rahmati ALLAH, begitu cepatnya waktu bergulir . tak terasa sudah entah berapa puluh Ramadhan telah kita lalui. Sudahkah kita menjadi lebih bertaqwa?. Seperti yang telah ALLAH isyaratkan pada ayat di atas? Masih seperti biasa , atau malah menjadi sebaliknya? Ramadhan bulan penuh rahmat, penuh berkah, penuh ampunan, panen pahala ! Betapa tidak segala amal dilipat gandakan pahalanya. Bahkan tidurnya orang yang berpuasa diganjar pahala oleh ALLAH SWT. Nyata sungguh , Ramadhan begitu dinantikan , Ramadhan amat sangat dirindukan. Tapi tahukah kita ? “Sebagian di antara umat Islam telah mengkhianati bulan Suci Ramadhan.” Perlu kita ketahui bersama bahwa tidak makan dan tidak minum itu hanya simbol dari mengekang hawa nafsu. Itu sebagai suatu simbol, sekaligus sarana pelatihan agar kita bersabar . Sudah sepantasnya kita tidak hanya terpaku kepada simbol, tetapi kepada makna. Makna puasa ialah menahan diri untuk tidak mengikuti hawa nafsu, apalagi mengumbar hawa nafsu. Kalau itu dapat kita lakukan, tambahnya, Ramadhan bisa membawa kita menjadi manusia-manusia yang betul betul penyabar . Secara teori orang tidak berpuasa memiliki kesempatan makan 24 jam, sedangkan orang yang berpuasa hanya 12 jam. Seyogyanya, hal itu mengurangi tingkat konsumsi pada bulan Ramadhan. Tapi pada kenyataannya? Puasa kita baru sekedar formalitas, belum sampai pada moralitas. Puasa kita hanya sebatas tidak makan dan tidak minum, tapi belum membawa perubahan apa-apa. Perilaku itu sebenarnya sudah mengkhianati Ramadhan. Ramadhan sejatinya harus diperlakukan sesuai tuntunan yang diberikan Rasulullah, tapi kita justru melakukan hal-hal yang dilarang. Kadang Jauh hari kita sudah menyimpan aneka persiapan untuk menjelang Ramadhan, jangan heran bila kebutuhan bahan pokok menjadi naik karena banyaknya permintaan. Masjid-masjid mendadak menjadi ramai , bahkan cenderung berisik, pasti dengan alasan sepele. Syiar ! Padahal kenyataannya shaf sholat akan berkurang sedikit demi sedikit menjelang Iedul fitri. Mal menjadi ramai mendadak. Pada hari biasa selain Ramadhan untuk ibadah WAJIB (fardhu) , baik Maghrib , Isya dapat dipastikan jamaah yang hadir bisa dihitung jari. Jangan ditanya berapa jamaah Subuhnya ! Entah sampai kapan Ibadah puasa kita akan begini terus. Puasa kita sejak kecil dahulu hingga sekarang masih tetap dan terus begini. Hendaknya perlu kedewasaan diri dalam beribadah, jadikan Ramadhan sebagai bulan latihan , sabar ,peningkatan ibadah serta ketaqwaan, dan prakteknya di sebelas bulan setelahnya. Ramadhan dirindukan, Ramadhan dinantikan, Ramadhan di Khianati !