Kita Baru seperti…Orang Islam !

islam

Assalamu ‘alaikum wr wb
Hamba yang senantiasa dirahmati ALLAH.
Perlu kiranya sekali lagi kita mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, akan nikmat serta karunia-NYA ,yang tak pernah putus dari detik ke detik, dari waktu ke waktu hingga saat kita membaca tulisan ini.

Seperti yang telah kita ketahui bersama sabda Rasulullah :

”Sesungguhnya aku diutus ke bumi hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”

Kalimat yang terdengar amat sangat sederhana, tapi teramat sulit direalisasikannya. Bagaimana tidak, bukankah kita semua sama sama telah tahu?
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.”
QS.Al Ankabut : 45

Sholat yang lima kali sehari yang dikerjakan ternyata tidak dipresentasikan dalam kehidupan?
Secara sadar ataupun tidak, Kita masih kerap melakukan perbuatan perbuatan seperti bukan orang yang menyandang predikat ‘Islam’, apalagi mau dikatakan Islami.

“Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia tidak bertambah dari Allah kecuali semakin jauh dariNya” (diriwayatkan oleh ath Thabarani dalam al-Kabir nomor 11025, 11/46)

Fenomena yang terjadi ternyata masih banyak aktualisasi yang melenceng dari koridor yang telah digariskan. Islam seolah hanya jargon dan label semata , banyak umat berkumpul yang ujung ujungnya dimobilisir untuk kepentingan kelompok, dan tak sedikit berbuntut saling mendiskreditkan kelompok lainnya, hal ini nyata terjadi di kehidupan islam di Indonesia.
Entah karena terlalu minimnya makna Al Quran yang sempat dipelajari dan belum sempat diamalkan ? Atau karena semakin tebalnya hijab dunia,hingga hati ini susah sekali menerima kebenaran yang hakiki dari Illahi Robbi.

Hamba yang senantiasa bersama ALLAH !
Minimal lima kali kita baca dalam sehari dalam do’a Iftitah

“ Sesungguhnya sholatku, ibadahku , hidupku dan matiku hanya untuk ALLAH ,Tuhan semesta alam”

Sudah betulkah demikian adanya ? Wallahu alam .
Kalau saja kita mau belajar serta mentadaburkannya kembali ternyata masih jauh, kita fikir sudah cukup kita belajar serta beribadah kepada ALLAH , ternyata Islam sangatlah luas serta dalam samudra ilmu yang terpendam dalam Kitab yang Nyata , Al Qur’an !

Tujuan akhir dari semuanya yakni berakhlakul karimah, pastinya tidak melakukan perbuatan keji & munkar.
Adapun point2 hingga kita pantas disebut telah berakhlakul karimah diantaranya:

1. Ikhlas dalam ilmu dan amal serta takut dari riya’.
2. Jujur dalam segala hal dan tidak berdusta.
3. Amanah dan tidak khianat.
4. Menjunjung tinggi hak-hak Allah dan Rasul-Nya
5. Berusaha meninggalkan segala bentuk kemunafikan.
6. Lembut hatinya, banyak mengingat mati dan akhirat
7. Banyak berdzikir dan tidak berbicara yang sia-sia.
8. Tawadhdhu’ (rendah hati) dan tidak sombong.
9. Banyak bertaubat,memohon ampun kepada Allah.
10. Bersungguh-sungguh dalam bertaqwa dan tidak mengaku-ngaku sebagai orang yang bertaqwa, serta senantiasa takut kepada Allah.
11. Sibuk dengan aib diri sendiri dan tidak sibuk dengan aib orang lain serta selalu menutupi aib orang lain.
12. Senantiasa menjaga lisan mereka, tidak suka ghibah (tidak menggunjing sesama Muslim).
13. Pemalu.

Dan ternyata masih banyak lagi yang lainnya. Sudahkah kita termasuk point di atas. Kalaupun mau jujur banyak diantara kita belum ikhlas dalam beribadah, terkadang alasan syiar ,padahal di dalam nya terkandung Riya’ yang justru tanpa kita sadari. Dan tak sedikit yang berharap ganjaran serta pahala yang berlipat ganda.
Ada kalimat bijak dari para Sufi terdahulu bahwa:

“Surga diperuntukan bukan untuk pencari Surga,
Tapi untuk Hamba yang mengharap Ridho-NYA”

Mari sama sama kita perbaiki diri , menjadi pribadi muslim, sudahkah kita ikhlas?, sudahkah kita bisa bersabar ?, lembut hati , tidak gampang marah ,apalagi saling menyalahkan , pamer kekayaan tanpa sadar , gemar sekali membicarakan hal yang tak penting yang parahnya lagi kita gemar memperdebatkan hal hal yang tidak kita ketahui dan kita kuasai, contohnya belakangan ini akidah moral serta akhlak umat tergerus dengan imbas politik arus Globalisasi serta informasi , umat mudah sekali terbawa isu yang bermuatan politik yang tidak jelas, kita menjadi mudah melempar fitnah dari sumber berita yang tidak jelas, kita mudah sekali saling menyimpan dendam….
Kita lupa bahwa ada ALLAH yang mengetahui rahasia isi hati , Dia yang Maha mendengar ,dan kerap mengawasi , Dia yang selalu bersama dimana saja kita berada.

Kita lupa.
Bahwa kita adalah orang Islam yang punya TUHAN.
ALLAH !
(EsHaYe)